Jumat, 04 Juni 2010

metode delphi

Pengertian Metode Delphi

Metode Delphi adalah modifikasi dari teknik brainwriting dan survei. Dalam metode ini, panel digunakan dalam pergerakan komunikasi melalui beberapa kuisioner yang tertuang dalam tulisan. Teknik Delphi dikembangkan pada awal tahun 1950 untuk memperoleh opini ahli. Objek dari metode ini adalah untuk memperoleh konsensus yang paling reliabel dari sebuah grup ahli. Teknik ini diterapkan di berbagai bidang, misalnya untuk teknologi peramalan, analisis kebijakan publik, inovasi pendidikan, program perencanaan dan lain – lain.

Metode Delphi dikembangkan oleh Derlkey dan asosiasinya di Rand Corporation, California pada tahun 1960-an. Metode Delphi merupakan metode yang menyelaraskan proses komunikasi komunikasi suatu grup sehingga dicapai proses yang efektif dalam mendapatkan solusi masalah yang kompleks.

Pendekatan Delphi memiliki tiga grup yang berbeda yaitu : Pembuat keputusan, staf, dan responden. Pembuat keputusan akan bertangungjawab terhadap keluaran dari kajian Delphi. Sebuah grup kerja yang terdiri dari lima sampai sembilan anggota yang tersusun atas staf dan pembuat keputusan, bertugas mengembangkan dan menganalisis semua kuisioner, evaluasi pengumpulan data dan merevisi kuisioner yang diperlukan. Grup staf dipimpin oleh kordinator yang harus memiliki pengalaman dalam desain dan mengerti metode Delphi serta mengenal problem area. Tugas staf kordinator adalah mengontrol staf dalam pengetikan. Mailing kuesioner, membagi dan proses hasil serta pernjadwalan pertemuan. Responden adalah orang yang ahli dalam masalah dan siapa saja yang setuju untuk menjawab kuisioner.

Prosedur Delphi

Prosedur Delphi mempunyai ciri – ciri yaitu :

1. Mengabaikan nama

2. Iterasi dan feedback yang terkontrol

3. Respon kelompok secara statistik (Chang, 1993)

Jumlah dari iterasi kuesioner Delphi bisa tiga sampai lima tergantung pada derajat kesesuaian dan jumlah penambahan informasi selama berlaku. Umumnya kuesioner pertama menanyakan kepada individu untuk merespon pertanyaan dalam garis besar. Setiap subsequen kuisioner dibangun berdasarkan respon kuisioner pendahuluan. Proses akan berhenti ketika konsensus mendekati partisipan, atau ketika penggantian informasi cukup berlaku.

Prosedur metode Delphi adalah sebagai berikut :

1. Mengembangkan pertanyaan Delphi

Ini merupakan kunci proses Delphi. Langkah ini dimulai dengan memformulasikan garis besar pertanyaan oleh pembuatan keputusan. Jika responden tidak mengerti garis besar pertanyaan maka masukan proses adalah sia –sia. Elemen kunci dari langkah ini adalah mengembangkan pertanyaan yang dapat dimengerti oleh responden. Anggota staf harus menginterview pembuat keputusan benar – benar jelas mengenai pertanyaan yang dimaksud dan bagaimana informasi tersebut akan digunakan.

2. Memilih dan kontak dengan responden

Partisipan sebaiknya diseleksi dengan dasar ; secara personal responden mengetahui permasalahan, memiliki informasi yang tepat untuk dibagi, tranformasi untuk melengkapi Delphi dan responden merasa bahwa agregasi pendapat panel responden akan termasuk informasi yang mereka nilai dan mereka tidak mengakses dengan cara lain. Seleksi aktual dari responden umumnya menyelesaikan melalui penggunaan proses nominasi.

3. Memilih ukuran contoh

Ukuran panel responden bervariasi dengan kelompok yang homogen dengan 10 – 15 partisipan mungkin cukup. Akan tetapi dalam sebuah kasus dimana refrence yang bevariasi diperlukan maka dibutuhkan partisipan yang lebih besar.

4. Mengembangkan kuisioner dan test 1

Kuisioner pertama dalam Delphi mengikuti partisipan untuk menulis respon pada garis besar masalah. Sampul surat termasuk tujuan, guna dari hasil, perintah dan batas akhir respon.

5. Analisa kuisioner 1

Analisa kuisioner harus dihasilkan dalam ringkasan yang bersisi bagian – bagian yang diidentifikasi dan komentar dibuat dengan jelas dan dapat dimengerti responden terhadap kuisioner 2. Anggota grup kerja mendokumentasikan masing – masing respon pada kartu indeks, memilih kartu kedalam katagori umum, mengembangkan sebuah konsensus pada label untuk masing – masing katagori dan menyiapkan ringkasan bayangan yang berisi katagori – katagori.

6. Pengembangan kuisioner dan test 2

Kuisioner kedua dikembangkan menggunakan ringkasan responden dari kuisioner 1. Fokus dari kuisioner ini adalah untuk mengidentifikasikan area yang disetujui dan yang tidak, mendiskusikan dan mengidentifikasi bagian yang diinginkan serta membantu partisipan mengetahui masing – masing posisi dan bergerak menuju pendapat yang akurat, responden diminta untuk memilih pada ringkasan bagian kuisioner 1

7. Analisa kuisioner 2

Tugas dari kelompok kerja adalah menghitung jumlah suara masing – masing bagian yang meringkas komentar yang dibuat tentang masing – masing bagian. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk menentukan jika informasi lengkap akan membantu untuk penyelesaian masalah atau paling tidak membuktikan untuk digunakan di berbagai cara.

8. Mengembangkan kuisioner dan test 3

Kuisioner 3 didesain untuk mendorong masukan proses Delphi

9. Analisis kuisioner 3

Analisa tahap ini mengikuti prosedur yang sama pada analisis kuisioner 2

10. Menyiapkan laporan akhir

Evaluasi terhadap Teknik Evaluasi Delphi

Teknik evaluasi Delphi merupakan salah satu alat dari teknik evaluasi yang digunakan dalam teknik evaluasi dengan pendekatan keputusan teoritis. Sedangkan teori keputusan teoritis adalah pendekatan yang menggunakan metode-metode diskriptif untuk menghasilkan informasi yang dapat dipertanggung-jawabkan dan valid mengenai hasil-hasil kebijakan yang secara eksplisit dinilai oleh berbagai macam pelaku kebijakan. Perbedaan pokok antara evaluasi teoritis keputusan di satu sisi, dan evaluasi semu dan evaluasi formal di sisi lainnya, adalah bahwa evaluasi keputusan teoritis berusaha untuk memunculkan dan membuat eksplisit tujuan dan target dari pelaku kebijakan baik yang tersembunyi atau dinyatakan. Ini berarti bahwa tujuan dan target dari para pembuat kebijakan dan administrator merupakan salah satu sumber nilai, karena semua pihak yang mempunyai andil dalam memformulasikan dan mengimplementasikan kebijakan dilibatkan dalam merumuskan tujuan dan target di mana kinerja nantinya akan di ukur.

Teori Delphi ini sangat baik untuk memecahkan masalah yang bersifat general, dimana rencana kebijakan tersebut berkaitan erat dengan ahli-ahli bidang tertentu. Karena dari setiap ahli pada bidang tertentu akan dapat mengeluarkan aspirasinya yang memiliki kemampuan dari segi yang didalaminya. Selain itu, metode ini tidak memperhatikan nama dari ahli untuk mencegah pengaruh besar satu anggota terhadap anggota yang lainnya, dan Masing – masing responden memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan masing – masing bagian dan jika perlu melihat informasi yang diperlukan untuk mengisi kuisioner sehingga dapat menghindari tekanan social psikologi.

Namun, teori ini juga mempunyai beberapa kekurangan yang juga harus diperhatikan yaitu waktu yang akan dihabiskan dalam mengisi kuisioner akan cukup lama, karena metode ini menggunakan pendapat para ahli yang berbeda-beda aspek maka dikhawatirkan akan merepresentasikan opini yang tidak dapat dipertahankan secara ilmiah dan cenderung berpikir hanya dari aspek yang terbaik baginya.

19 komentar:

  1. saya rasa teknik delphi penggunaannya sulit, diperlukan beberapa kali iterasi..
    kenapa anda tidak memaparkan saja tentang teknik evaluasi lainnya?

    BalasHapus
  2. setiap alat analisa pasti memiliki kekurangan dan kelebihan,dan kebetulan sekarang yg sedang diulas adalah tentang metode delphi..
    jikalau ada waktu di kemudian hari,mungkin akan ditambahkan paparan tentang alat analisa yg lain..

    BalasHapus
  3. teknik delphi ini lebih cocok untuk mengukur aspek apa?

    dalam penelitian kuantitaif,,sejauh mana teknik delphi ini dapat mengukur aspek-aspek yang ditentukan oleh peneliti?

    BalasHapus
  4. Wahh..tulisannya bagus mas =]

    Memang setiap teknik evaluasi mempunyai kelemahan-kelemahan tersendiri..
    tetapi, yang membuat teknik delphi lebih menarik adalah prinsip2 dasarnya..yaitu:
    1. Anonimitas
    2. Iterasi
    3. Tanggapan-balik yang terkontrol
    4. Jawaban statistik
    5. Konsensus pakar
    Prinsip-prinsip tersebut yang menjadikan teknik delphi lebih terpercaya dan unggul..
    =]

    BalasHapus
  5. menurut sepengetahuan saya, teknik delphi lebih cenderung terhadap dalam penelitian kualitatif karena termasuk dalam keputusan teoritis..

    BalasHapus
  6. kalo saya..Secara umum, metode Delphi berguna dalam menjawab satu, spesifik, satu-dimensi pertanyaan. agak kurang mendukung untuk penggunaannya untuk menentukan kompleks prakiraan tentang beberapa faktor..

    BalasHapus
  7. terima kasih infonya..
    cukup bermanfaat bagi saya yang sedang mencari informasi penjelassan tentang teori delphi..

    BalasHapus
  8. saya tertarik tulisannya, kalau misalnya saya meneliti daya saing pariwisata di daerah tertentu, indikatornya saya panelkan, setelah konsensus, baru menuju ke quistionernya, bolehkah saya kuantitatifkan dengan skala likert ? bagaimana caranya ? soalnya indikator tsb ada strategi bisnisnya ? buku2 apa yg bisa saya acu ? tks infonya

    BalasHapus
  9. saya suka model ini. praktis untuk penelitian pendahuluan, atau utk dpt gambaran sementara.

    BalasHapus
  10. Ini bagian buku Teknik & Apl Pengambilan Keptsn
    Oleh Prof.Dr.Ir Marimin,M.Sc bukan ya?

    BalasHapus
  11. contoh kuesionernya gmna??

    BalasHapus
  12. metode delphi digunakan kan sebagai tools..bedaya dengan metode AHP apa??

    BalasHapus
  13. terima kasih atas informasinya. tulisan ini sangat bermanfaat dalam pengembangan karir saya sebagai pengawas sekolah

    BalasHapus
  14. terimaksih atas ilmunya :)


    Mixer Roti
    hubungi
    085649846665

    BalasHapus
  15. mas ada sumber bukunya ndak... artikel ini diambil dari buku apa dan judulnya apa... tahun brapa? bls penting mas ...

    BalasHapus
  16. ko rumit yaaaa???
    jadi bingung sendiri, susah mahami
    tapi trims atas infonya

    BalasHapus
  17. Terimakasih, sebagai pengawas sekolah,tulisan ini bermanfaat bagi saya.

    BalasHapus
  18. ini metode delphi untuk manajemen produksi

    BalasHapus